Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Viral Pesepeda Wanita Tak Berjilbab Kena Denda Di Banda Aceh

2 min read
aceh - Viral Pesepeda Wanita Tak Berjilbab Kena Denda Di Banda Aceh

Ituaja.com – Foto sekelompok pesepeda perempuan berpose menggunakan baju yang menunjukkan bentuk tubuh serta sebagian tidak mengenakan jilbab viral di media sosial. Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman geram dengan tingkah sekelompok perempuan itu.

Dalam foto yang viral itu, tampak sepuluh pesepeda, sembilan di antaranya wanita berfoto di pinggir pantai. Mereka kompak mengenakan baju merah jambu.

Beberapa pesepeda tampak tidak mengenakan jilbab. Setelah foto itu viral, Aminullah memerintahkan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariah) mencari para pesepeda tersebut untuk diberi pembinaan.

Aminullah mengatakan warga yang berada di Banda Aceh harus patuh terhadap syariat Islam. Dia meminta tamu yang datang tidak melanggar aturan daerah.

“Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan menaati aturan yang ada di kota ini,” jelasnya, Senin (6/7/2020).

“Siapapun yang berada di wilayah Banda Aceh harus menghargai nilai-nilai syariat yang berlaku. Meskipun tamu dari kalangan nonmuslim, mereka harus bisa menghargai norma-norma yang ada di Aceh,” sambungnya.

Setelah pencarian, para sekelompok perempuan itu berhasil diamankan. Mereka lantas meminta maaf dan membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya.

“Mereka sudah dimintai keterangan kenapa bisa berbuat seperti,” kata Kabag Humas Pemerintah Kota Banda Aceh Irwan.

Sembilan perempuan kemudian diminta membuat surat pernyataan. Menurut Irwan, kesepuluh orang tersebut mengaku menyesal sudah mengenakan pakaian tidak sesuai syariat Islam.

“Mereka menyebarkan (permintaan maaf) di medsos yang telah mereka publikasikan gowes seksi itu,” ujar Irwan.

Setelah itu seluruhnya dipulangkan dari kantor polisi syariah usai dibina. Saat dibawa ke kantor Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah), sebagian dari perempuan tersebut didampingi orang tua. Mereka mendapat pembinaan yang disampaikan Ustaz Ridwan Ibrahim sebelum akhirnya dibolehkan pulang.

“Mereka membuat penyesalan dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Tadi mereka buat surat pernyataan masing-masing satu lembar bahwa mereka khilaf dan tidak mengulangi lagi,” jelas Irwan.

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh juga buka suara akibat kejadian viral foto sekelompok perempuan ini. Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menilai aksi mereka dapat mencoreng wajah Tanah Rencong.

“Kita harus pahami bahwa Kota Banda Aceh sebagai etalasenya Aceh, apa yang mereka pertontonkan ini tidak hanya mencoreng wajah Banda Aceh tetapi juga Aceh,” kata Farid.

Tindakan pesepeda tersebut dinilai melanggar qanun-qanun syariat Islam, khususnya Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syi’ar Islam. Pesepeda itu disebut melecehkan kearifan lokal Aceh.

“Ini bentuk pelecehan terhadap pelaksanaan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh di bumi Serambi Mekah yang selama ini kita tegakkan,” ujar Farid.

Farid menyebut aksi sekelompok perempuan tersebut juga telah mencoreng komunitas gowes lain yang murni berolah raga. Ia berharap tindakan itu tidak terulang lagi bagi siapa pun yang berada di Kota Banda Aceh.

“Ke depan ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan qanun-qanun Islam salah satunya dengan berpatroli rutin melibatkan aparatur desa dan masyarakat karena Banda Aceh sebagai pilot project pelaksanaan syariat Islam di Indonesia,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *