Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Upaya Pemerintah Tekan Angka Kematian Akibat Corona Terus Di Lakukan

2 min read
upaya pemerintah tekan angka kematian - Upaya Pemerintah Tekan Angka Kematian Akibat Corona Terus Di Lakukan

Ituaja.com – Angka kematian akibat virus corona di Indonesia setiap harinya mengalami peningkatan. Per 2 Juli 2020 ada 2.987 pasien COVID-19 di Indonesia meninggal dunia. Tingginya angka kematian tersebut juga menjadi perhatian pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan target utama pemerintah saat ini ialah menekan angka kematian akibat COVID-19. Hal itu ia sampaikan saat melakukan tinjauan dan koordinasi penanganan COVID-19 di Kota Lhokseumawe, Aceh pada Kamis (2/7).


BACA JUGA : 

Makin Panas! India Blokir Puluhan Aplikasi Asal Tiongkok, Dari Mobile Legends Hingga TikTok

Kota Bogor Siap Memasuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB)


“Fatality rate ini yang paling penting. Kalau bisa sedikit yang terkena, tapi kalau pun yang terkena banyak namun yang meninggal sedikit itu masih bagus. Kita akan mengejar bagaimana supaya angka kematian ini betul-betul nol,” ujar Muhadjir dalam keterangan persnya, Kamis (2/7).

Muhadjir mengungkapkan tingginya angka kematian COVID-19 karena virus SARS-CoV-2 memicu penyakit bawaan yang diderita pasien, seperti diabetes, jantung, dan hipertensi. Selain itu virus tersebut juga dapat menyerang orang dengan imunitas yang rendah. Maka itu ia meminta agar masyarakat tetap mejaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Aceh juga merupakan daerah yang harus diwaspadai karena jendela atau pintu keluar negara paling barat ini ada di Aceh, apalagi ada Pelabuhan Terbuka Sabang. Saya harap Aceh harus tetap hijau dan tolong segera dipercepat melakukan contact tracingnya jangan sampai kita kalah cepat dengan penyebaran virusnya,” tandas Muhadjir.

pemerintah - Upaya Pemerintah Tekan Angka Kematian Akibat Corona Terus Di Lakukan

Salah satu tempat yang menjadi perhatian Muhadjir ialah pasar tradisional. Pasar yang menjadi tempat pertemuan banyak orang perlu diadakan tes corona berkala untuk mencegah terjadinya klaster baru di pasar.

“Pasar tradisional merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi kita karena di situ ada 65 juta pelaku UMKM. Saya minta Pak Gubernur, Bupati, dan Walikota supaya memastikan mereka-mereka ini jangan sampai usahanya mati karena saya yakin kalau kondisi ini bisa terus kita jaga maka kita bukan hanya akan bisa mengatasi COVID-19 tetapi juga mengembalikan ekonomi kita menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Muhadjir didampingi Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Pangkogabwilhan I Laksdya I Nyoman Gede Ariawan, serta tim dari Kemenko PMK, Kemenlu, Kemenkes, Kemensos, dan KPPPA. Di Lhokseumawe selain menggelar koordinasi di kantor Walikota Lhokseumawe, rombongan tersebut juga berkunjung ke Pasar Inpres Lhokseumawe dan RS Cut Mutia.

Dalam kesempatan itu pemerintah memberikan bantuan berupa alat tes PCR dan perlengkapan kesehatan seperti alat pelindung diri (APD). Diharapkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai dapat menekan angka kematian akibat COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *