Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Ulama Aceh : Haram! Pemain PUBG Layak Dicambuk

2 min read
Ulama Aceh : Haram! Pemain PUBG Layak Dicambuk

Ituaja.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian pun menegaskan setiap pemain game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan akan dihukum cambuk di muka umum karena telah melanggar syariat Islam di Aceh.

Teungku Abdurrani menyebut, meski fatwa haram saat ini belum ditindaklanjuti dalam bentuk sanksi hukuman cambuk, ia menyatakan Pemerintah Aceh sudah bisa melaksanakan ketentuan tersebut.

“Game PUBG memang sudah diterbitkan fatwa haram oleh MPU Aceh, meski belum ada penerapan sanksi, namun sebagai seorang muslim, apabila masih terus memainkan game tersebut tentu mereka akan berdosa. Mereka juga akan mempertanggungjawabkan dosanya di akhirat kelak,” katanya.

Baca Juga : Ini Tips dan Trik Sukses Jadi Impostor di Among Us

“Jadi sangat layak di Aceh sebagai negeri syariat ini, pelaku yang melakukan tindakan haram yang dilarang di dalam agama Islam, sangat layak diseret diberi sanksi untuk dihukum cambuk sesuai aturan yang berlaku di Aceh,” lanjut Teungku Abdurrani Adian di Meulaboh.

MPU Provinsi Aceh pada Juni 2019 lalu sudah mengeluarkan fatwa haram terkait game PUBG dan sejenisnya. Hal tersebut dikarenakan game PUBG ataupun game dengan unsur kekerasan dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap akhlak dan psikologis pemain game dimaksud.

Ia berharap kepada Pemerintah Provinsi Aceh segera merealisasikan fatwa tersebut agar pemain PUBG atau sejenisnya di Aceh agar diberi sanksi hukuman cambuk, sesuai dengan Qanun (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang sudah berlaku lama di Aceh.

Baca Juga : Bara Rokok dan Penyelidikan Panjang Kebakaran Gedung Kejaksaan

“MPU juga disarankan melobi Pemerintah Aceh agar menjadikan fatwa haram game online ini sebagai pegangan untuk menjalankan syariat Islam di Aceh,” ujarnya.

Tak hanya sampai di situ, Ketua MPU Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian juga meminta kepada MUI Pusat agar mendukung fatwa yang sudah dikeluarkan oleh MPU Provinsi Aceh, terkait fatwa haram game online PUBG dan sejenisnya yang mengandung unsur kekerasan atau peperangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *