Tue. Jan 12th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Terlibat Kasus Suap Fatwa MA Djoko Tjandra, Pinangki Dituntut selama 4 Tahun Penjara

1 min read
Pinangki Dituntut selama 4 Tahun Penjara

ItuAja.com -Pinangki Sirna Malangsari terbukti terlibat dan juga menguasai kasus suap sebesar USD 459 ribu dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Dengan tujuan untuk mengurus fatwa mahkamah Agung (MA). Karena hal ini ia dituntut dengan hukuman selama 4 Tahun penjara dan juga disertai dengan denda sebesar Rp 500 Juta subsider 6 bulan penjara.

“Majelis hakim Pengadilan negeri Tipikor jakarta telah mengadili masalah ini dan memutuskan yang terdakwa yaitu pinangki Sirna Malangsari terbukti bersalah. Karena ia telah melakukan dugaan suap dalam dakwaan subsider, yang kedua terkait dengan TPPU, dan dakwaan yang ketiga subsider” Ucap Jaksa Yanuar Utomo saat membacakan amar tuntutan di PN Tipikor jakarta.

983228 720 300x169 - Terlibat Kasus Suap Fatwa MA Djoko Tjandra, Pinangki Dituntut selama 4 Tahun Penjara

Baca Juga : Saham Tesla Ngegas Terus, Kalau Beli Sekarang Terlambat Nggak?

Pinangki telah melanggar pasa 11 UU nomor 31 yang terkait dengan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). jaksa pun telah dinyatakan bersalah karena telah melakukan pemufakatan yang jahat serta telah melanggar pasal 15 jo pasap 5 ayat 1 hurus a UU Tipikor.

lalu pinangki pun telah melanggar pasal pencucian uang, yaitu pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU

“Telah dijatuhkan hukuman pidaa kepada sang terdakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pidana hukum 4 tahun penjara. Dan membayar denda sebesar Rp 500 juta jika tidak ia tidak membayarnya harus diganti dengan 6 bulan penjara” Ucap Jaksa

jaksa mengatakan jika Pinangki mengambil USD 500 ribu dari Djoko Tjandara dengan melalui orang lain yaitu Andi Irfan Jaya. Jaksa mengatakan jika pinangki hanya menguasai USD 450 ribu dan USD 50ribu di berikan kepada Anita Kolopaking.

Menanggapi tuntutan dari jaksa penuntut hukum maka pinangki dan kuasa hukum akan mengajukan pledoi pada 18 januari 2021.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *