Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Team Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura Senilai Rp 4,2 Miliar

2 min read
1 4 - Team Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura Senilai Rp 4,2 Miliar

Surabaya, Jawa Timur – Upaya penyelundupan benih lobster yang akan dikirim ke Negara Tetangga seperti Singapura digagalkan oleh team satuan khusus dan Benih lobster tersebut ditaksir hingga senilai Rp 4,2 Miliar.

Dari kasus penangkapan ini, polisi telah mengamankan dua tersangka yakni Amin Junaidi warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan dan Muhammad Doni Setiawan warga Lubulinggau. Keduanya ditangkap disaat melaju di Jalan Tol Porong – Gempol, Pasuruan.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan bahwa penyelundup benih lobster ini dari Lombok dan akan dikirim ke negara Singapura melalui Batam. Sebanyak 27.542 ekor benih dikemas dengan styrofoam berisi bungkusan plastik yang dilengkapi dengan oksigen sehingga mirip paket hasil perikanan.

Bahwa benih lobster ini masih close market sehingga dimasa pandemi seperti ini kita melakukan penangkapan yang sifatnya merusak alam Indonesia. Kasus ini masih dalam pendalaman dan tersangka kita hadapkan ke belakang karena masih dalam pengembangan juga, ucap Gidion di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya pada hari Kamis (9/4/2020).

 

a 300x169 - Team Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura Senilai Rp 4,2 Miliar

 

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion menyebutkan benih ini biasanya diminati oleh konsumen dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia hingga China.

Selain meraup keuntungan yang cukup besar, penyelundupan benih lobster tersebut juga dapat merusak ekosistem lingkungan.

Kalau menurut keterangannya hanya dikirim ke negara Singapura tetapi setelah kita lakukan pendalaman lagi bahwa ada beberapa konsumen dari negara tetangga. Konsumen dari Benih tersebut pasti tidak mungkin jauh antara Malaysia, Singapura dan China, tutur Gidion.

Gidion menambahkan bahwa pelaku sengaja mengirim sendiri benih lobster tersebut melalui jalur darat. Hal ini karena di masa pandemi COVID-19 di Indonesia pengiriman dengan pesawat dinilai cukup ketat prosedurnya.

Transport masih melewati jalur darat, masa pandemi seperti ini melalui pesawat susah dan ketat kalau pengamanan lobster dimasukkan satu mobil dan pelaku mengerti penyelamatannya harus bagaimana, keterangannya.

Dari penangkapan dua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 27.542 benih lobster, handphone, tabung oksigen, koper, mesin aerator, kontainer box hingga pompa.

Sementara kedua pelaku kini dikenakan pasal 86 ayat (1), pasal 12 ayat (1) atau Pasal 92 dan pasal 26 ayat (1) UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *