Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Tahukah Kamu? Mengapa Semua Anak Down Syndrome Memiliki Wajah Yang Hampir Sama atau Mirip?

2 min read
Tahukah Kamu? Mengapa Semua Anak Down Syndrome Memiliki Wajah Yang Hampir Sama atau Mirip?

little girl with painted hands


Pernahkah anda perhatikan anak yang menderita down syndrome memiliki wajah yang rata – rata mirip atau hampir sama satu dengan yang lain? Fakta ini ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.

Down syndrome pertama kali diperkenalkan pada tahun 1866 oleh Dr. John langden down melalui publikasi tulisannya di Inggris yang menerangkan sejumlah anak – anak dengan gambaran umum yang sama namun berbeda dengan anak – anak normal lainya. Karena memiliki ciri – ciri badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolid. Penyandang down syndrome ini sering juga disebut dengan mongolidme.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) kurang lebih 4.000 bayi terlahir dengan kondisi down syndrome. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 300 ribu anak – anak dengan down syndrome ini.

down syndrome group picture baby kids - Tahukah Kamu? Mengapa Semua Anak Down Syndrome Memiliki Wajah Yang Hampir Sama atau Mirip?

Ekspresi dan tipe wajah anak down syndrome yang khas membuatnya mudah dibedakan dari anak- anak yang lain. Down syndrome merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom. Di dalam reproduksi kedua orang tua meneruskan gen kepada anak – anak mereka. Gen – gen ini dibawa dalam kromosom.

Setiap bayi yang normal, lahir dengan 46 kromosom, yaitu 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari ayah. Namun, anak dengan down syndrome memiliki ekstra kromosom. Ekstra kromosom inilah membuat mereka terlahir dengan karakteristik wajah yang khas atau mirip.

Selain ciri wajah yang khas, anak dengan syndrome ini juga memiliki karakteristik pada bagian tubuh yang lain, sehingga mereka tampak berbeda dari anak – anak pada umumnya. Berikut tipe wajah anak down syndrome,

  • Fitur wajah, dahi, hidung tampak lebih datar
  • Kepala, mulut dan telinga berukuran lebih kecil
  • Hidung juga bisa tampak pesek
  • Lidah yang tampak besar akibat mulut yang berukuran kecil dan menonjol keluar. Hal ini disebabkan karena tonus otot yang kurang pada lidah dan mulut.
  • Adanya brushfied spot, yaitu bintik putih pada bagian luar iris mata (bagian mata yang berwarna)
  • Ujung mata yang mengarah ke atas berbentuk seperti kacang almond dan memiliki epicanhal fold, yaitu lipatan kulit pada kelopak mata atas yang menutupi ujung dalam mata.

Baca Juga :

Mengenal Audrey Yu, Anak Jenius Dari Indonesia Yang Dibawa Ke Dokter Jiwa Karena Terlalu Pintar
Tips Mengatasi Tangisan Bayi yang Tak Terkendali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *