Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Sukses Menganiaya Anak Difabel, Pria Pengangguran Ini Dibekuk Timah Panas Oleh Polisi

1 min read
pelaku kejahatan - Sukses Menganiaya Anak Difabel, Pria Pengangguran Ini Dibekuk Timah Panas Oleh Polisi

ITUAJA -Kedua kaki Kevin Chamerling (39), pria pengangguran di Samarinda, Kalimantan Timur, tertembus timah panas. Dia dibekuk polisi dalam 4 jam, usai menganiaya anak autis dan penjaga warnet.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. Usai menenggak miras, Kevin datang ke warnet di Jalan Tarmidi. Dia terlibat keributan dengan seorang anak difabel, yang sedang bermain komputer.

“Mungkin, pelaku mau berebut main komputer, dan sempat memukul anak itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe, di kantornya, Selasa (21/4).

Penjaga warnet, Apriliansyah (25), menegur Kevin agar tidak kasar dengan anak kecil, terlebih lagi difabel.

“Pelaku Kevin ini, tidak terima, mengeluarkan badik dan mengancam penjaga warnet ini,” ujarnya.

Keributan di warnet itu, sempat dilerai warga sekitar, dan pelaku sempat keluar warnet.

“Pelaku datang lagi, sambil bawa parang dan menimpas korban Apriliansyah 4 kali di punggung, kepala, tangan dan paha. Telinga kiri korban hampir putus,” tambah Dalimunthe.

Di lokasi, tim Reskrim melakukan olah TKP, dan berhasil mengantongi ciri pelaku yang kabur usai menimpas korban. “Sekitar jam 5 pagi tadi, pelaku kami tangkap di daerah Loa Bahu (di Samarinda), tempat pelaku bersembunyi,” terang Dalimunthe.

Badik jadi barang bukti perbuatan sadis Kevin. Kedua kakinya pun jadi sasaran timah panas polisi. “Waktu kami bawa dia cari parang yang digunakan untuk menganiaya korban, dia mau kabur. Kami berikan tindakan tegas terukur,” tegas Dalimunthe.

Dari catatan kepolisian, Kevin adalah residivis kasus pembunuhan di 2010 dan divonis 5 tahun penjara. Usai dari penjara, dia juga diduga kerap melakukan aksi penganiayaan lainnya di Samarinda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *