Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Sisi Positif Dan Negatif Anak Belajar Di Rumah

2 min read
21321321321 1024x768 - Sisi Positif Dan Negatif Anak Belajar Di Rumah

Ituaja.com – Belajar dari rumah atau school from home (SFH) merupakan hal yang harus dijalani oleh anak-anak usia sekolah di masa pandemi covid-19. Beberapa anak mungkin merasa senang, karena tidak harus repot pergi ke sekolah.

Terkadang, beberapa anak lainnya mungkin merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan teman-temannya seperti biasa. Lalu, sebenarnya apa saja efek positif dan negatif dari SFH ini?


BACA JUGA : Jenguk Polisi Korban Penganiayaan, Kapolda Sumut : Proses Hukum Terus Berjalan


Sisi positif

“Dari segi positif, belajar dari rumah ini mungkin mengajarkan untuk lebih banyak bersyukur. Selain itu, attachment anak dengan orang tua juga menjadi lebih intens. Hal inilah yang harus disyukuri oleh anak,” ujar Rr. Finandita Utari, M.Psi, seorang psikolog, dalam acara Webinar Memperingati Hari Anak Nasional oleh Zumba.

Selain itu, menurut Fina dengan belajar dari rumah juga bisa membantu dalam melatih motorik kasar dan halus anak sesuai dengan kemampuan dia.

“Orang tua bisa mengeksplorasi bagaimana cara melatih motorik kasar dan halus anak. Misalnya saja dengan mengajak anak untuk memasak, membersihkan tempat tidur, dan beberapa tugas rumah lainnya,” katanya.

“Belajar dari rumah juga dapat meningkatkan jalinan komunikasi antara anak dengan orang tua. Orang tua bisa membuat kesepakatan tertentu dengan anak. Misalnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama. Atau orang tua bisa memberikan reward yang mungkin selama anak sekolah biasa orang tua tidak bisa melakukannya karena sibuk,” ujar Fina.


BACA JUGA : Ketika Menyalakan AC Tetaplah Buka Jendela, Demi Cegah COVID-19


Sisi negatif

Sedangkan untuk sisi negatif dari belajar dari rumah, menurut Fina adalah sulitnya anak untuk beradaptasi. Mungkin untuk orang dewasa bisa lebih cepat adaptasi, tetapi kalau anak-anak bakal sulit.

“Jadi, sebagai orang tua harus sabar untuk menghadapinya. Dalam artian, sabar untuk memberikan pendampingan untuk anak,” ujar Fina.

“Selain itu, SFH ini kan butuh suasana kondusif. Maka dari itu, orang tua perlu memberikan area yang luas untuk anak belajar. Setidaknya anak memiliki spot khusus untuk anak belajar. Orang tua juga harus menciptakan kegembiraan agar anak tetap termotivasi untuk belajar. Kunci SFH ini kekompakan antara keluarga,” tutup Fina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *