Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

3 min read
Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Ituaja.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menjadi sasaran tangan-tangan jahil. Dalam tempo 2 hari, DPR diganggu tawaran penjualan gedung DPR lewat situs jual beli online dan kini situs web dpr.go.id pun mengalami peretasan.
‘Serangan’ ke DPR berawal saat geger muncul iklan gedung ‘DPR’ dijual murah di aplikasi jual beli online atau e-commerce.

Iklan gedung DPR ‘dijual‘ muncul di aplikasi belanja online dengan harga bervariasi. Gedung DPR ‘dijual‘ dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 99.000.

22958 ilustrasi gedung dpr - Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Baca Juga : Sosialita Ini Nangis Selama 4 Hari karena Kehilangan Anting Rp440 Juta

Deskripsi dalam penjualan itu bernada kekecewaan masyarakat terhadap DPR. Adapun, tertulis juga keterangan terkait gedung dan isinya. “GEDUNG 80% MASIH BAGUS MINUS ISINYA SUDAH BOBROK,” tulis akun yang menawarkan dalam keterangan produknya.
Namun, saat dilihat kembali per pukul 13.00 WIB, iklan gedung DPR ‘dijual’ itu sudah hilang di aplikasi jual beli online.

Atas munculnya iklan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menilai candaan menjual gedung DPR itu sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Indra menyerahkannya kepada Kementerian Keuangan dan pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya.

Ya nggak apa-apa lah, itu kan joke-joke semacam itu kan bagian dari proses pendewasaan kita semua lah. Kan juga nggak lazim, karena ini kan semua BMN (Barang Milik Negara), milik negara, jadi kalau ada yang joke-joke semacam itu, itu sangat insinuatif, itu urusan Kementerian Keuangan lah sama yang bersangkutan, sama unsur kepolisan lah kalau ini,” kata Indra di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Indra juga meminta pihak kepolisian menindak tegas pihak yang ingin ‘menjual‘ gedung DPR.

100319 spandukc - Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Baca Juga : Korban Penipuan Situs Prakerja Diimbau Lapor Polisi

Menurut saya kepolisian juga harus mengambil tindak tegas. Ini kan BMN negara kan kita tahu. Jadi joke-joke semacam itu saya kira tidak pada tempatnya ya,” ujarnya.

Namun demikian, Indra mengaku tidak akan melaporkan si pembuat iklan penjualan gedung DPR. Ia menyerahkannya kepada Kementerian Keuangan.

Saat ditanya soal deskripsi bernada kekecewaan yang menyertai iklan tersebut, Indra tak banyak berkomentar. Ia mengaku tidak memahami maksud pihak-pihak yang ingin ‘menjual’ gedung DPR.

Selang sehari Kamis (8/10/2020), netizen kembali dibuat terkejut dengan situs DPR di alamat www.dpr.go.id yang diretas dan kemudian diubah tampilannya oleh hacker.

Sebelumnya diketahui pada Rabu (7/10) situs tersebut dilaporkan error atau tidak dapat diakses.

Baca Juga : Meluruskan Isu Hoaks, Jokowi: UU Cipta Kerja Tak Hapus Hak Cuti

2683224078 - Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Dalam video yang beredar di sosial media pengguna TikTok menyebarkan video yang menampilkan gambar situs dpr.go.id yang bisa diakses. Hanya saja, situs tersebut bertuliskan ‘DEWAN PENGHIANAT RAKYAT REPUBLIK INDONESIA” bukan “Dewan Perwakilan Rakyat“.

Pantauan detikcom, situs www.dpr.go.id masih mengalami gangguan hingga pukul 09.14 WIB. Namun, pada pukul 11.30 WIB, akses terhadap situs itu sudah kembali normal.

Mengenai peretasan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar kembali angkat suara.

Ya memang ada juga upaya upaya dari pihak tertentu untuk mendesak website DPR ini supaya tidak berfungsi dengan cara teknologi,” kata Indra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Tadi malam memang ininya sangat banyak sekali ya. Jadi upaya itu ada, upaya untuk melakukan hack ada. Indikasi itu (hack) ada. Itu sangat jelas,” imbuhnya.

56507541094 gedung dpr mpr ri - Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Baca Juga : Presiden Jokowi Klaim UU Cipta Kerja Jadi Solusi untuk Cegah Korupsi

Indra mengungkapkan upaya peretasan itu sudah ditangani. Menurutnya, DPR turut bekerja sama dengan pihak lain, seperti Telkom dan Bareskrim Polri, guna menangani kejadian itu.

Namun demikian, Indra belum memastikan apakah pihak DPR akan mengambil langkah hukum atau tidak. Namun saat ini DPR masih terus memantau pergerakan peretasan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pranata Komputer DPR RI, Fariza Emra, menjelaskan sejumlah pihak telah berusaha membanjiri trafik website DPR RI, sehingga website tersebut sulit untuk diakses.

gedung dpr mpr - Serangan ke DPR : Gedung DPR Dijual, Situs Diretas

Jadi sedikit yang saya sampaikan, imbas dari kejadian ini sistem ternyata website utama kita website DPR itu, upaya-upaya untuk kalau istilah teknisnya mungkin kita sebut di-DOS, jadi membanjiri trafik kita supaya website itu tidak bisa berfungsi. Jadi ada orang yang mau membuka informasi di website itu terganggulah,” jelas Fariza.

Baca Juga : Dipolisikan Soal Wawancara Kursi Kosong, Najwa Siap Beri Keterangan

Fariza menjelaskan serangan terhadap website DPR RI mulai terjadi sejak omnibus law UU Ciptaker disahkan. Sejak saat itu, banyak serangan terhadap website DPR RI.

Kalau untuk kejadian omnibus law ini, pas disahkan UU itu. Pas disahkannya,” ujarnya.

Paling tinggi itu pas itu disahkan sekitar Senin sore menjelang Magrib, mungkin salat Magrib turun (serangannya), setelah itu menjelang malam, nah itu mulai naik lagi sampai saat ini,” imbuhnya.

Menurutnya, hampir semua website DPR RI diretas. Namun serangan terbanyak dilakukan kepada website utama, yaitu www.go.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *