Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Semburkan Awan Panas hingga Satu Kilometer, Gunung Semeru Status Waspada!

2 min read
gunung semeru - Semburkan Awan Panas hingga Satu Kilometer, Gunung Semeru Status Waspada!

Ituaja.com, Lumajang – Gunung Semeru menyemburkan awan panas. Semburan awan panas tersebut meluncur hingga satu kilometer dari puncak.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/11) sekitar pukul 00.10 WIB. Luncuran Awan panas tersebut mengarah ke wilayah curah kobokan.

Namun demikian, luncuran awan panas tersebut masih jauh dari permukiman warga. Selain awan panas, Gunung Semeru juga mengalami guguran lava sebanyak 13 kali, dengan jarak luncur sejauh 300-1.500 meter.

Status Gunung Semeru masih waspada atau berada di level II. Secara visual Gunung Semeru terlihat jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih, dengan intensitas tipis dan tinggi 50-100 meter mengarah ke tenggara.

Dalam data pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 29 November 2020 pukul 00.00-24.00 WIB, di Gunung Semeru terjadi satu kali letusan. Guguran awan panas satu kali, tremor harmonik satu kali dan tektonik jauh satu kali.

“Gunung Semeru mengeluarkan guguran awan panas sejauh satu kilometer ke arah curah kobokan. Selain itu juga guguran lava sebanyak 13 kali. Status Gunung Semeru masih waspada level II,” ujar Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo kepada Ituaja, Senin (30/11/2020).

Warga yang berada di lereng Gunung Semeru masih beraktivitas seperti biasa. Namun tetap menjaga kewaspadaan.

“Tadi malam sempat lihat guguran lava dari Gunung Semeru. Namun untuk aktivitas warga di sini masih seperti biasa,” ujar Arifin, warga Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer, dan sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Yang merupakan jalur luncuran awan panas.

“Jadi BPBD mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Semeru tetap tenang dan menjaga kewaspadaan. Serta tidak melakukan aktivitas sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara,” pungkas Wawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *