Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Pangdam Akan Investigasi Penembakan yang Tewaskan 2 Warga di Timika Papua

2 min read
Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menjenguk keluarga dua jenazah korban penembakan di Timika

Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menjenguk keluarga dua jenazah korban penembakan di Timika

ItuAja.com – Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, melihat dua jenazah warga Timika yang menjadi korban penembakan aparat Satgas pengamanan wilayah Freeport di Mile-34. Pangdam menegaskan penembakan itu akan diinvestigasi.
“Kami menyampaikan turut berdukacita, dan hal yang terjadi selanjutnya akan dilakukan investigasi terkait kasus ini, tentunya ada proses-proses hukum yang berjalan,” kata Herman kepada wartawan usai melihat korban di RSUD Mimika, Selasa (14/4/2020).

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan saat ini di beberapa wilayah di Papua termasuk Timika ada beberapa kelompok-kelompok yang terus membuat teror mengganggu aparat TNI-Polri dan pemerintah. Sehingga pihaknya harus menjaga situasi agar tetap kondusif.

Sementara karena posisinya begitu terbuka, pihaknya mengaku sulit membedakan mana-mana kelompok yang berseberangan dan mana masyarakat biasa.

“Jadi situasinya terbuka, kami sulit membedakan mana-mana kelompok-kelompok dan mana yang masyarakat biasa,” kata Paulus Waterpauw.

Dia menambahkan perbedaan persepsi dan pandangan akan diselesaikan bersama-sama setelah pemakaman selesai dilakukan pihak keluarga. Namun, Pangdam dan Kapolda masih belum menyatakan siapa dan dari kesatuan mana pelaku penembakan tersebut. Pihaknya masih harus mendalami peristiwa itu.

Sebelumnya, penembakan itu terjadi pada Senin (13/4) pukul 16.30 WIT. Dua warga Timika yang tertembak adalah Reno Suku (20) dan Roni (23). Keduanya saat ini tengah disemayamkan di kamar jenazah Timika.

“Anak kami yang sedang mencari makan ditembak aparat, mereka bilang anak kami KKSB, anak kami bukanlah OPM, bukan KKSB, apalagi dengan sebutan KKB. Anak kami warga sipil yang jalan mencari makan,” kata tokoh adat Amungme Yanis Natkime, Selasa (14/4/2020).

Yanis mengaku dua warganya tertembak di Mile Post (MP) 34, area PT Freeport Indonesia Kuala Kencana Mimika. Yanis mengaku belum tahu pelaku berasal dari kesatuan mana.

“Kami tidak tahu dari kesatuan mana yang melakukan, saya minta kepada petinggi TNI-Polri harus mengusut tuntas pelaku dan memecat pelaku,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *