Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Keji! Ratusan Kucing di China Dicuri untuk Dimakan

1 min read
Keji! Ratusan Kucing di China Dicuri untuk Dimakan

Keji! Ratusan Kucing di China Dicuri untuk Dimakan

ituaja.com – Sudah lama warga Tiongkok dikecam karena kegemarannya mengonsumsi hewan-hewan tidak biasa. Mulai dari hewan liar, anjing, hingga kucing.

Belakangan ini, ditemukan lebih dari 700 ekor kucing yang dicuri dari pemiliknya untuk dimasak dan dikonsumsi. Temuan mengiris hati ini terdapat di Linfen, Provinsi Shanxi.


Dilansir dari Daily Mail, ratusan kucing tersebut berada dalam kandang kecil secara berdesakkan. Kucing-kucing ini diyakini akan dikirim ke restoran untuk diolah menjadi kuliner eksotik.

Untunglah ada organisasi pecinta hewan yang berhasil menyelamatkan ratusan kucing tersebut. Seorang warga bernama Li mengatakan tidak sengaja menemukan ratusan ekor kucing itu saat menginap di sebuah hotel murah.

Dari jendela kamar, dia melihat kandang kucing di halaman belakang hotel.

“Para kucing malang itu tengah menunggu giliran mereka untuk disajikan sebagai makanan di atas meja. Kita harus menolong mereka,” jelas Li.


Baca Juga:

Curhat Tak Ada Pria yang Dekati, Prilly: Apa Gue Kurang Asyik?

Akhirnya! Agensi YG Entertainment Rilis Teaser Comeback BLACKPINK

Sempat Ditunda, Kini Ajang MotoGP Italia 2020 Resmi Dibatalkan Sepenuhnya


organisasi Linfen Small Animal Rescue langsung turun tangan ke TKP dan menyelamatkan kucing-kucing tersebut.

“Kami sudah memindahkan banyak kucing ke kandang yang lebih layak. Kami juga memberikan mereka makanan dan air, serta dokter hewan untuk mengobati luka mereka,” jelas perwakilan organisasi.



Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Memakan daging kucing dan anjing memang masih menjadi isu kontroversial di sana.

Beberapa kota mulai membatasi konsumsi daging hewan liar, terlebih setelah pandemi Covid-19. Namun, masih banyak warga yang ingin mengonsumsi daging hewan tersebut. Bahkan, festival daging Yulin kini tengah dinanti-nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *