Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Indonesia Akan Cari ‘Alien’ Dengan Anggaran Rp 340 Miliar

2 min read
Indonesia Akan Cari 'Alien' Dengan Anggaran Rp 340 Miliar

Ituaja.com -Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) telah membangun fasilitas Observatorium Nasional di NTT untuk mencari kehidupan di luar bumi.

Peneliti Pusat Signis Antariksa LAPAN, Rhoram Pryantikanto mengatakan fasilitas itu dibangun bersama dengan ITB, UNDANA dan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Soal anggaran, Rhorom Priyatikanto mengatakan bahwa teleskop 50 cm, harganya kira-kira mencapai Rp 1 miliar. Program ini sendiri mendapat anggaran sekitar Rp 340 miliar yang bersumber dari APBN.

Baca Juga : Upaya Cari Dukungan Melawan China, Mentri Amerika Serikat Mike Pompeo Mengunjungi Beberapa Negara Termasuk India, Indonesia dan Sri Lanka

“Kalau untuk teleskop 50 cm, kira-kira sekitar Rp 1 M. Kurang-lebih sekitar Rp 340 M yang bersumber dari APBN,” kata Rhorom saat dihubungi.

Fasilitas ini salah satunya untuk mengamati komet dan asteroid.

6f68ebdd ce34 41df 83eb d617bfbd28b7 169 - Indonesia Akan Cari 'Alien' Dengan Anggaran Rp 340 Miliar

“LAPAN telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, UNDANA, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid,” ujarnya.

Selain itu, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Selain itu, arah program ini untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

Baca Juga : 5 Hal Yang Harus Dibahas Ketika Meeting Team Bulanan

“LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana,” ujarnya.

“Iya (kehidupan di luar bumi), itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu,” lanjutnya.

Diharapkan ke depannya jika infrastruktur akses menuju lokasi sudah dibangun, tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk umum dan menjadi destinasi wisata langit gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *