Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

DPR “endus” Permainan Nakal Rumah Sakit Sengaja Buat Pasien Negatif Jadi Positif COVID-19 Demi Insentif

2 min read
DPR "endus" Permainan Nakal Rumah Sakit Sengaja Buat Pasien Negatif Jadi Positif COVID-19 Demi Insentif

Ituaja.com – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hari ini menggelar rapat kerja dengan pemerintah untuk membahas laporan APBN semester I 2020, termasuk dengan Menkes Terawan Agus Putranto. Dalam rapat tersebut, Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengadu kepada Terawan tentang adanya rumah sakit ‘nakal’ di sejumlah daerah.

Menurutnya, RS tersebut sengaja membuat pasien dinyatakan positif COVID-19 demi mendapatkan anggaran corona.

Baca Juga : Kasus Corona di DKI Tembus Rekor Lagi, Anggota DPRD: Anies Banyak Cengengesan

Tetangga saya yang jaraknya 500 meter dari rumah enggak keluar rumah. Kemudian sakit ke RS, mati, dinyatakan COVID. Ada kenakalannya juga RS untuk urusan itu, enggak COVID dinyatakan COVID. Keluarga enggak terima, dua minggu mau masuk pengadilan, akhirnya rumah sakit nyerah, oh iya bukan COVID,” lanjut Said dalam rapat kerja dengan pemerintah, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setelah diselidiki ternyata rumah sakit tersebut sengaja menyatakan pasien itu positif corona demi mendapatkan insentif rumah sakit.

Baca Juga : Virus Corona Gelombang II Melanda Melbourne, Alhasil kembali Lockdown

Telisik punya telisik, kalau dinyatakan mati COVID lebih besar. Ada yang sebut kalau orang kena COVID masuk rumah sakit sampai meninggal anggaran Rp 90 juta atau Rp 45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana,” jelasnya.

rs darurat lippo - DPR "endus" Permainan Nakal Rumah Sakit Sengaja Buat Pasien Negatif Jadi Positif COVID-19 Demi Insentif

Said pun meminta agar Terawan turun ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang terjadi. Bahkan dia juga meminta agar memberikan sanksi bagi rumah sakit yang melakukan tindakan tersebut.

Selain itu, Pimpinan Banggar DPR RI tersebut juga meminta agar serapan anggaran kesehatan bisa lebih meningkat.

Baca Juga : Dibayar Rp 20 Juta, Hana Hanifah dan Pengusaha Medan Telanjang Saat Digerebek

Pertama penanganan COVID-19, dan ramainya serapan anggaran yang rendah. Pada saat yang sama muncul dari Komisi IX karena lemahnya koordinasi antara gugus tugas dan kemenkes,” tambahnya.

Pemerintah menganggarkan sektor kesehatan dalam pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 87,55 triliun. Namun hingga 8 Juli 2020, penyerapannya baru 5,12 persen atau sekitar Rp 4,48 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *