Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Dipolisikan Soal Wawancara Kursi Kosong, Najwa Siap Beri Keterangan

2 min read
Dipolisikan Soal Wawancara Kursi Kosong, Najwa Siap Beri Keterangan

Dipolisikan Soal Wawancara Kursi Kosong, Najwa Siap Beri Keterangan

ituaja.com – Najwa Shihab akhirnya angkat bicara perihal laporan polisi yang dilakukan oleh Ketua Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi terkait aksi wawancara kursi kosong. Najwa pun menjelaskan maksud dari wawancara kursi kosong yang viral di media sosial.

“Saya baru mengetahui soal pelaporan ini dari teman-teman media, saya belum tahu persis apa dasar pelaporan termasuk pasal yang dituduhkan. Saya dengar pihak Polda Metro Jaya menolak laporan itu,” kata Najwa saat dihubungi ituaja.com, Selasa (6/10/2020).

Mbak Nana, panggilan akrab Najwa ini menyebut pihaknya akan bersikap kooperatif dengan kasus ini. Jika dipanggil polisi, Nana pun akan hadir dan bersedia diperiksa.

“Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu,” ungkap Najwa.

Lebih jauh Nana membeberkan maksud dirinya mewawancarai kursi kosong. Tentunya wawancara kursi kosong itu diketahui karena Menkes Terawan selalu tidak hadir dalam acara Mata Najwa.

“Tayangan kursi kosong diniatkan mengundang pejabat publik menjelaskan kebijakan-kebijakannya terkait penanganan pandemi. Penjelasan itu tidak harus di Mata Najwa, bisa di mana pun. Kemunculan Menteri Kesehatan memang minim dari pers sejak pandemi kian meningkat, bukan hanya di Mata Najwa saja dan dari waktu ke waktu, makin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Menteri Kesehatan dalam soal penanganan pandemi,” beber Nana.

Atas dasar faktor itulah dirinya membuat video wawancara dengan kursi kosong. Dia menyebut dalam wawancara bangku kosong itu sejatinya merupakan pertanyaan dari masyarakat sendiri yang dia bawakan.

“Faktor-faktor itulah yang mendorong saya membuat tayangan yang muncul di kanal Youtube dan media sosial Narasi. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan juga berasal dari publik, baik para ahli, lembaga yang sejak awal concern dengan penanganan pandemi maupun warga biasa,” kata Nana.

Aksi wawancara kursi kosong sendiri disebut Nana belum pernah terjadi di Indonesia. Namun, di luar negeri aksi seperti itu pun kerap terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *