Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Dipilih Electoral College Sebagai Presiden, Biden Tegur Trump dengan Keras

2 min read
Dipilih Electoral College Sebagai Presiden, Biden Tegur Trump dengan Keras

Dipilih Electoral College Sebagai Presiden, Biden Tegur Trump dengan Keras

ituaja.com – Presiden terpilih Joe Biden menyampaikan teguran keras atas semua serangan Presiden Donald Trump terhadap legitimasi kemenangannya. Hal ini yang lakukan setelah memenangkan pemungutan suara Electoral College negara bagian yang secara resmi menentukan kepresidenan AS, Senin (14/12/2020).

“Dalam pertempuran untuk jiwa Amerika ini, demokrasi menang. Sekarang saatnya membalik halaman, seperti yang telah kita lakukan sepanjang sejarah kita – untuk bersatu, untuk menyembuhkan,” ucap Biden melansir Reuters.

Pemungutan suara Electoral College pada Senin tersebut yang biasanya formalitas, kini dianggap sangat penting mengingat upaya luar biasa Trump untuk menumbangkan proses hasil perhitungan suara karena apa yang dia tuduh sebagai penipuan dalam pilpres awal November silam.

Dalam pidatonya sekitar 13 menit, Biden, menyerukan persatuan sambil menyuarakan kepercayaan bahwa lembaga-lembaga demokrasi negara itu telah bertahan dalam menghadapi upaya Trump untuk membalikkan hasil pemilihan.

“Api demokrasi sudah lama menyala di negara ini. Kami sekarang tahu bahwa bahkan pandemi atau penyalahgunaan kekuasaan tidak dapat memadamkan api itu,” kata Biden.

Biden menekankan bahwa Trump dan sekutunya mengajukan “lusinan dan lusinan” gugatan hukum terhadap total suara tanpa hasil, termasuk gugatan Texas yang meminta Mahkamah Agung AS untuk membatalkan hasil empat negara bagian. Pengadilan, termasuk tiga orang yang ditunjuk Trump, menolak tawaran tersebut tanpa perbedaan pendapat minggu lalu.

Trump mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memilih Biden. Namun sejak itu dia menunjukkan sedikit minat untuk menyerah. Bahkan ketika Biden sudah diumumkan menang, Trump mengulangi serangkaian klaim yang tidak didukung bukti.

“Swing States yang telah menemukan PENIPUAN SUARA besar-besaran, yang semuanya, TIDAK DAPAT SECARA HUKUM MENYERTIFIKAN suara ini sebagai lengkap dan benar tanpa melakukan kejahatan yang dapat dihukum berat,” tulisnya di Twitter.

Langkah Trump yang tersisa adalah meyakinkan Kongres untuk menolak hasil tersebut pada bulan Januari mendatang.


Baca Juga:

Maret 2021, Relawan Vaksin COVID-19 Akan Ambil Sampel Darah lagi

Belanda Diumumkan PM Rutte Lockdown Selama Natal dan Tahun Baru

Saling Ejek, 5 Remaja Keroyok Seorang Bocah di Cilincing, Jakarta Utara


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *