Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Di Iming-iming Baju, Pria di Tuban Tega Cabuli Anak Kandungnya Enam Kali

2 min read
pencabulam - Di Iming-iming  Baju, Pria di Tuban Tega Cabuli Anak Kandungnya Enam Kali

Ituaja.com – Nur Kholis (43), seorang bapak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tega mencabuli dan menyetubuhi anak kandungnya sebanyak enam kali. Ironisnya, sang korban masih di bawah umur dan saat ini mengalami trauma atas kejadian tersebut.

Aksi bejat pelaku terbongkar setelah adegan pencabulan direkam oleh tetangganya dengan kamera HP. Selanjutnya video pencabulan itu dilaporkan pada polisi hingga pelaku diamankan.

Ruruh menjelaskan, kejadian itu bermula saat pelaku dan korban tinggal serumah sejak tanggal 31 Mei 2020. Sebelumnya, korban dari sejak lahir sudah diambil dan tinggal bersama dengan neneknya karena ibu korban telah meninggal dunia.

“Istrinya pelaku sudah meninggal dunia kurang lebih 3 tahun yang lalu,” tambah Ruruh didampingi Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Yoan Septi Hendri.

Saat tinggal di rumah pelaku, korban bersama tiga anaknya tidur bersama di atas kasur lantai ruang tamu rumahnya. Melihat kesempatan itu, pelaku tak kuasa menahan nafsu untuk melakukan pelecehan seksual pada korban untuk pertama kalinya.

Kejadian itu kembali diulang lagi hingga enam kali saat rumah sepi baik siang maupun malam hari. Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma.

“Pelaku sudah melakukan perbuatan pencabulan dan persetubuhan terhadap korban sebanyak 6 kali di waktu dan hari yang berbeda, tetapi dalam satu tempat yang sama,” terang mantan Kapolres Madiun itu.

Ia menambahkan, pelaku nekat mencabuli anak kandungnya akibat tak bisa menahan hawa nafsu sejak istrinya telah meninggal dunia. Selain itu, pelaku juga menjanjikan kepada korban akan dibelikan baju agar mau menuruti keinginan bejatnya.

“Pelaku memberikan janji kepada korban akan dibelikan baju sehingga korban selalu mau diajak pelaku untuk melakukan perbuatan asusila, tetapi sampai sekarang ini anak korban tidak pernah dibelikan baju sama pelaku,” tegas AKBP Ruruh.

Ia menjelaskan, pelaku pernah menikah sebanyak dua kali. Dari pernikahan itu dikaruniai satu anak perempuan (korban) dari istri pertamanya yang meninggal dunia tahun 2003 silam.

“Pelaku kembali menikah lagi pada tahun 2004 dan istri kedua meninggal pada tahun 2015. Hasil pernikahan kedua itu dikaruniai dua anak yakni perempuan dan laki-laki,” ucapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *