Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Depresi Membuat Pengidapnya Lelah Setiap Saat , Mengapa Bisa Begitu?

2 min read
Depresi Membuat Pengidapnya Lelah Setiap Saat , Mengapa Bisa Begitu?

Merasa lelah setiap saat bisa menjadi tanda masalah yang lebih besar seperti depresi. Faktanya, menurut sebuah data di 2018, kelelahan terjadi pada lebih dari 90% pengidap gangguan mental (bersama dengan gejala lain seperti mood jelek dan susah berkonsentrasi). Don Mordecai, psikiater sekaligus pemimpin Kaiser Permanente, mengatakan, orang-orang yang mengalami depresi, kerap merasakan lelah hampir setiap hari, setidaknya selama dua minggu. “Salah satu alasan mengapa depresi beriringan dengan rasa lelah adalah karena gangguan mental tersebut memengaruhi neurotransmitter yang berkaitan dengan kewaspadaan dan sistem reward di otak,” paparnya.

sering merasa sedih bisa jadi gejala depresi berikut cara mengatasi m 35785 - Depresi Membuat Pengidapnya Lelah Setiap Saat , Mengapa Bisa Begitu?

Dengan kata lain, sakit psikologis berpengaruh pada energi tubuh kita.

Alasan lainnya: depresi memberikan dampak negatif yang memengaruhi kualitas tidur. Termasuk insomnia, susah bangun, hingga tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Sari Chait, psikolog klinis di Massachussetts, menyatakan bahwa depresi juga memberikan efek pada motivasi. Membuat pengidapnya merasa lelah secara fisik dan mental, bahkan untuk mengerjakan tugas-tugas kecil.

Baca Juga : Lagi PDKT? 7 Cara Ampuh Agar Kalian Makin Dekat

Bersiap-siap sebelum berangkat ke kantor, membeli kebutuhan sehari-hari, atau menyapa rekan kerja bisa jadi hal yang sangat melelahkan bagi orang-orang dengan depresi.

Selain itu, Chait menambahkan, depresi bisa menyebabkan brain fog. Dengan begitu, pengidapnya harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk fokus atau membuat keputusan di kantor.

w644 - Depresi Membuat Pengidapnya Lelah Setiap Saat , Mengapa Bisa Begitu?

Hubungan antara depresi dan kelelahan kemudian menjadi siklus merugikan. “Orang-orang depresi yang berusaha keras untuk melewati hari akan merasa lebih lelah. Selanjutnya, itu membuat mereka semakin depresi. Siklus jahat itu pun akhirnya terus berulang,” jelas Chait.

Menurut Mordecai, kelelahan cenderung menjadi ‘gejala depresi’ dibanding ‘penyebab’. Meski begitu, rasa lelah terus menerus akibat stres atau gangguan tidur, membuat kita lebih rentan terhadap depresi. “Jika seseorang kelelahan setiap saat, mereka kemungkinan mengalami kesulitan di hidupnya,” ujar Chait.

Pada akhirnya, ini akan menyebabkan kurangnya sosialisasi, tidak fokus di tempat kerja, perubahan nafsu makan dan enggan melakukan aktivitas fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *