Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Dampak Corona, 120 Juta Orang Diperkirakan Masuk ke Jurang Kemiskinan

2 min read
Dampak Corona, 120 Juta Orang Diperkirakan Masuk ke Jurang Kemiskinan

Ituaja.com – Bank Dunia memperkirakan kesenjangan ekonomi antara si kaya dan miskin akan semakin melebar di Indonesia, wabah virus corona atau Covid-19 menjadi biang keladinya.

Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Marie Elka Pangestu mengatakan, kesenjangan ekonomi tak bisa terelakkan dalam situasi krisis akibat Covid-19.

Baca Juga : Seorang Virologis Tiongkok Mengatakan Tiongkok Sengaja Tutupi Virus Corona

Bank Dunia memperkirakan 70 hingga 120 juta orang di dunia akan masuk ke dalam kemiskinan,” kata Marie dalam acara ‘Indonesia Economic Prospect’ yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Akibat bertambahnya jumlah penduduk miskin ini tentu akan berdampak pula pada kesenjangan ekonomi antara kelompok kaya dan miskin, potensi ini kata Marie juga berlaku di Indonesia.

73739 sri mulyani - Dampak Corona, 120 Juta Orang Diperkirakan Masuk ke Jurang Kemiskinan

Dirinya memperkirakan kesenjangan ekonomi akan bertambah lebar di Indonesia.

Dengan adanya Covid-19 bisa meningkatkan kesenjangan ekonomi, ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain,” kata Marie.

Baca Juga : DPR “endus” Permainan Nakal Rumah Sakit Sengaja Buat Pasien Negatif Jadi Positif COVID-19 Demi Insentif

Untuk mencegah kesenjangan ekonomi tidak semakin parah, Bank Dunia meminta pemerintah Indonesia memberikan bantalan-bantalan sosial yang kuat kepada kelompok-kelompok rentan miskin.

Kita fokuskan adalah memastikan bahwa kita mencegah agar jumlahnya tidak meningkat, jadi dibutuhkan respon kebijakan yang menyasar kelompok ini dan memastikan bahwa kesenjangan tdak semakin parah,” saran mantan Menteri Perdagangan era SBY tersebut.

01c8d64b 40dd 4e13 94b7 9e16504649c2 169 - Dampak Corona, 120 Juta Orang Diperkirakan Masuk ke Jurang Kemiskinan

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengemukakan pada Maret 2020 angka gini ratio Indonesia naik menjadi 0,381 dari sebelumnya 0,380 di September 2019.

Baca Juga : Dibayar Rp 20 Juta, Hana Hanifah dan Pengusaha Medan Telanjang Saat Digerebek

Peningkatan gini ratio terjadi karena covid-19 membuat pendapatan seluruh masyarakat menurun. Dengan catatan, (pendapatan penduduk) yang di bawah penurunannya lebih tajam,” kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Rabu (15/7/2020).

Kecuk memaparkan ketimpangan ekonomi di daerah perkotaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,393, naik dibanding September 2019 yang sebesar 0,391.

Begitu juga dengan yang di desa, pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,317, naik dibanding September 2019 yang sebesar 0,315.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *