Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Cukai Meningkat 12,5 Persen, Tahun Depan Harga Rokok Naik

2 min read
Cukai Meningkat 12,5 Persen, Tahun Depan Harga Rokok Naik

Cukai Meningkat 12,5 Persen, Tahun Depan Harga Rokok Naik

ituaja.com – Tarif cukai rokok pada tahun 2021 akan naik sebesar 12,5 persen yang diberlakukan untuk menekankan sumber daya manusia (SDM) maju serta Indonesia unggul.

Hal ini dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

“Kita akan naikkan cukai rokok sebesar 12,5 persen. Kebijakan ini merupakan komitmen kita untuk terus berupaya menyeimbangkan berbagai aspek dari cukai hasil tembakau (CHT),” katanya dikutip dari Antara.

Srimulyani mengatakan kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mengendalikan konsumsi produk hasil tembakau karena dalam RPJMN preferensi merokok khususnya usia 10 sampai 18 tahun ditargetkan turun 8,7 persen pada 2024.

“Kenaikan CHT akan menyebabkan rokok menjadi lebih mahal atau afford ability index naik dari tadinya 12,2 persen menjadi antara 13,7 hingga 14 persen sehingga makin tidak terbeli,” katanya.

Tak hanya itu, kebijakan dilakukan juga dalam rangka menjaga 158.552 tenaga kerja di pabrik rokok langsung terutama yang terkonsentrasi pada industri rokok kretek tangan.

Selain itu, pemerintah turut menjaga dari sisi petani penghasil tembakau dengan jumlah 526.389 keluarga atau setara 2,6 juta orang yang bergantung pada pertanian tembakau.

“Besaran kenaikan tarif cukai memperhatikan tingkat serapan tembakau dari petani lokal dengan demikian 526 ribu kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari pertanian tembakau bisa tidak terancam oleh kenaikan CHT,” katanya.

Pemerintah turut mempertimbangkan aspek industri yaitu kebijakan bagi UMKM akan diberikan pemihakan melalui alokasi dana bagi hasil (DBH) CHT terutama untuk pembentukan kawasan industri hasil tembakau KIHT yang bertujuan memberikan lokasi bagi UMKM sekaligus mengawasi peredaran rokok ilegal.

“Kalau harga rokok dan CHT semakin tinggi maka memberikan insentif bagi masyarakat memproduksi rokok ilegal yakni rokok yang diproduksi dan diedarkan tidak legal dengan tidak bayar cukai. Semakin tinggi cukainya maka insentif melakukan tindakan ilegal semakin tinggi,” jelasnya.


Baca Juga:

Pria di Sumut Tega Bunuh Ibunya Hanya Karena Persoalan Nasi

Jokowi-Gibran-Bobby Buat Rekor Baru : Bapak Presiden, Anak dan Menantu Wali Kota

KPK Harap Kepala Daerah Terpilih Tidak Memanfaatkan Jabatan untuk Korupsi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *