Sat. Jan 16th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Cetak Rekor Dalam Sejarah Amerika, Donal Trump Kembali Dimakzulkan

1 min read
Cetak Rekor Dalam Sejarah Amerika, Donal Trump Kembali Dimakzulkan

Cetak Rekor Dalam Sejarah Amerika, Donal Trump Kembali Dimakzulkan

Ituaja – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR AS) resmi memakzulkan Presiden Donald Trump melalui sidang voting, Rabu (13/1/2021). Hal ini menjadikan Donald Trump sebagai presiden pertama yang dimakzulkan dua kali oleh anggota Parlemen dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Pemakzulan ini disepakati oleh 10 rekannya dari Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat di DPR akibat dari kekerasan di Gedung Capitol beberapa waktu lalu. Trump dituding menghasut pemberontakan dalam kekerasan yang terjadi minggu lalu di Washington D.C.

Baca Juga : Mantan Kepala keamanan Pemilu AS Katakan Tuduhan Kecurangan Oleh Trump Lucu

Berdasarkan hasil pemungutan suara sebanyak 232 anggota mendukung pemakzulan dan 197 menolak.

201113173216 donald trump november 13 2020 01 super 169 - Cetak Rekor Dalam Sejarah Amerika, Donal Trump Kembali Dimakzulkan

Namun, pemakzulan yang sudah disahkan DPR harus melalui persetujuan Senat. Sebagai majelis tinggi, Senat akan mengadakan sidang untuk menentukan apakah Trump benar-benar bersalah atau tidak sesuai dengan pasal yang disahkan DPR.

Baca Juga : Pria Ini Mengaku Berasal Dari Tahun 6491, Ramalkan Kehancuran AS

Akan tetapi, Trump tidak harus mundur dari Gedung Putih sebelum masa jabatannya berakhir dalam satu minggu karena Senat tidak akan berkumpul dalam waktu itu. Trump akan meninggalkan jabatannya pada 20 Januari, bertepatan dengan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden

Sebaga informasi, tidak ada presiden AS yang pernah dicopot dari jabatannya melalui pemakzulan. Kendati sebenarnya ada tiga presiden yang sempat dimakzulkan, namun pemakzulan tersebut dibatalkan, yaitu Donald Trump pada 2019, Bill Clinton pada 1998 dan Andrew Johnson pada 1868.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *