Fri. Jan 8th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Benarkah Pejabat INDONESIA Jual Pulau Hanya 2 Miliar ??

2 min read
5eec2ba8844a61592535976 kepala - Benarkah Pejabat INDONESIA Jual Pulau Hanya 2 Miliar ??

Mamuju, Sulawesi Barat – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Mamuju sedang menyelidiki informasi jual beli Pulau Malamber, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pulau tidak berpenghuni di gugusan Kepulauan Bala – Balakang itu telah dikabarkan dijual seharga Rp 2 miliar oleh oknum pejabat setempat.
Sehingga saat ini Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Syamsuriansyah mengatakan telah memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui masalah dalam jual beli pulau tersebut yang di antaranya kepada desa hingga kepala desa.

Termasuk kepala desa, Camat Bala Balakang dan kepala dusun, kami juga sudah mengirim undangan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan diutus kabag hukumnya datang ke sini untuk memberikan keterangan atas perihal tersebut, kata Syamsuriansyah kepada wartawan pada hari Jumat (19/06/20).

Pulau Malamber dikabarkan dijual oleh salah seorang pria warga Sumare, Kecamatan Simboro kepada pengusaha asal Kalimatan.

pulau malembar di sulawesi barat 169 300x169 - Benarkah Pejabat INDONESIA Jual Pulau Hanya 2 Miliar ??

Camat yang telah dimintai keterangan membenarkan bahwa kejadian pembelian atas pulau itu memang ada dan DP-nya disebutkan sebesar Rp 200 juta tetapi kita sampai sekarang ini untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Apakah memang ini pembelian pulau tersebut karena ada juga yang mengatakan bahwa bukan pembelian pulau tersebut tetapi sebidang tanah, tapi kita harus lihat kesepakatan Rp 2 miliar dan telah dibayarkan sebesar 200 juta.

Apakah memang cocok untuk pembelian sebidang tanah di Pulau Malamber itu yang nanti kita dapat lihat seperti apa, terangnya.

AKP Syamsuriansyah mengaku masih mempelajari beberapa literatur perundang – undangan untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap ada tidaknya unsur tindak pidana dalam proses jual beli pulau Malamber.

Sampai saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan dan nanti di dalam proses penyelidikan ini jika kalau memang kami dapatkan bahwa ada beberapa alat bukti yang sah dan terpenuhi unsur pidananya untuk kita ajukan maka kita akan gelar perkara terlebih dahulu untuk dapat tidaknya naikkan di proses penyidikan, ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *