Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Banyaknya Tenaga Medis yang Terinfeksi Covid-19 Menjadi Kekhawatiran WHO

2 min read
Banyaknya Tenaga Medis yang Terinfeksi Covid-19 Menjadi Kekhawatiran WHO

Banyaknya Tenaga Medis yang Terinfeksi Covid-19 Menjadi Kekhawatiran WHO

ituaja.com – Tenaga medis di tengah pandemi virus corona merupakan orang yang paling berjasa karena rela mengorbankan segalanya demi menyembuhkan mereka yang terinfeksi.

Namun setiap hari semakin banyak tenaga medis yang gugur karena terinfeksi virus corona (Covid-19). Hal ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir karena seluruh populasi akan semakin rentan terhadap infeksi.

“Kami khawatir dengan laporan banyaknya kasus infeksi pada tenaga medis. Di beberapa negara, bahkan laporannya bisa sampai 10 persen tenaga medis terinfeksi,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO.

“Ini adalah tren yang mengkhawatirkan. Saat tenaga medis dalam risiko bahaya, kita semua berisiko,” lanjutnya.

Banyaknya tenaga medis yang terinfeksi virus corona, menurut Tedros karena kurangnya kesiapan. Masih bayak tenaga medis terlambat menyadari Covid-19 dan kurangnya pengalaman serta pelatihan dalam menghadapi virus corona.

Hal ini juga bisa terjadi karena tenaga medis yang kelelahan, sehingga rentan terinfeksi virus corona.


Baca Juga:

Pulau Vakkaru di Maladewa Adalah Sebuah Pulau yang Sangat Indah

DPR “Endus” Permainan Nakal Rumah Sakit Sengaja Buat Pasien Negatif Jadi Positif COVID-19 Demi Insentif

Punya Masalah, Cut Meyriska Berharap Masih Bisa Melahirkan Secara Normal


“Oleh karena itu sangat penting bagi para tenaga medis bisa mendapatkan masker, sarung tangan, gaun, dan alat pelindung diri lainnya yang dibutuhkan demi bisa bekerja dengan aman,” ungkap Tedros.

Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat WHO mengatakan bahwa membangun sumber daya tenaga medis membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi sangat disayangkan jika sampai menjadi korban virus.

“Kita berutang besar pada para tenaga medis di garda terdepan. Mereka tidak meminta banyak, hanya pelatihan dan peralatan pelindung untuk melakukan pekerjaannya,” pungkas Mike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *