Thu. Jan 7th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

Aku Akan Buktikan Jika Suamiku Selingkuh Dengan Sahabatku

3 min read
cinta dan perselingkuhan - Aku Akan Buktikan Jika Suamiku Selingkuh Dengan Sahabatku

Ituaja.com – Setelah hampir lima tahun menikah, aku banyak menduga kalau suamiku memiliki kekasih gelap. Sering kali aku menemukan cap bibir atau goresan lipstik di kemeja suamiku. Beberapa kali suamiku tidak pulang tanpa memberikan kabar.

Semua itu kurangkum menjadi satu indikasi kalau dia telah mengkhianatiku. Semua keresahanku selama ini selalu kucurahkan pada sahabatku, Elena. “Aku merasa dia selingkuh,” ucapku saat kami sedang makan di sebuah restoran.

Aku sangat berharap kata-kata yang keluar dari mulutnya akan membuatku tidak kehilangan harapan. Tetapi nyatanya, ia malah menjatuhkan kepercayaan diriku. “Kalian berdua bersalah atas perselingkuhannya, maksudku lihat saja diri kamu. Kamu sudah tidak cantik seperti pertama kali kalian bertemu,” jawab Elena.

Baca juga :
Nonton Film Paling Mengerikan Ini Bisa Bikin Kamu Pasti Mati, Benarkah?

Ucapannya sangat menohok buatku. Memang setelah melahirkan anak pertama, aku mulai tidak punya waktu untuk diriku sendiri. Semua perhatian kucurahkan pada anak kami sehingga perubahan pada fisikku terlihat cukup berbeda dari sebelumnya.

Ketika kembali ke rumah, aku menatap diriku di cermin dalam keadaan tanpa busana. Kulihat diriku yang sudah dipenuhi strecthmark dan perut yang menggelambir. Semua kerutan di wajah dan lemak hampir di semua bagian tubuh membuatku merasa jijik menatap diriku sendiri di cermin.

“Elena benar, salahku karena tidak pernah merawat diri,” batinku. Malamnya aku menatap wajah suamiku saat tertidur, ia terlihat sangat lelah. “Bagaimana bisa kamu tidak lelah melayani seorang wanita yang mungkin saja berumur jauh di bawah kamu,” pikirku.

Tak lama ada sebuah pesan singkat yang masuk ke dalam ponsel suamiku. Dengan tanpa suara aku mulai mengambil ponselnya dan membuka pesan itu. Ternyata pesan itu dari Elena, mereka saling berkirim pesan mesra bahkan foto-foto personal mereka.

Aku membawa ponsel itu keluar dari kamar dan aku terduduk di sofa. Tidak kusangka wanita yang selama ini menjadi kekasih suami adalah sahabatku sendiri. Aku masih tidak menyangka kalau Elena, sahabat masa kecilku, tega melakukan hal seperti ini padaku.

BACA JUGA :
Jangan Salah Kaprah! Tanggal Kedaluwarsa dan ‘Best Before’ Pada Kemasan Produk Makanan, Adalah Dua Hal yang Berbeda

Esok pagi ketika kami tengah sarapan, aku sangat ingin membahas masalah itu dengan suamiku. Tetapi kuurungkan niat itu dan mulai merangkai sebuah rencana. Jika mereka saja bisa tega melakukan ini padaku, mengapa aku tidak melakukan yang lebih tega dari itu?

Aku mulai mengatakan pada suami kalau aku akan pergi untuk sebuah urusan dan anak kami akan kutitipkan pada ibuku. Wajahnya terlihat datar tapi kuyakin hatinya pasti sangat gembira. Belum lagi aku mengatakan kalau aku akan pergi dalam waktu empat hari.

Namun sebelum pergi, aku memasangkan sebuah kamera di salah satu mainan yang terletak di dalam kamar kami. Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan dan kapan sahabatku datang untuk mengunjungi suamiku. Ternyata hanya berselang beberapa jam aku pergi, sahabatku datang ke rumah.

Aku memerhatikan mereka dari sebuah laptop yang kuletakkan di atas meja di sebuah kamar hotel. Dua hari aku memantau apa yang mereka lakukan dan mereka terlihat sangat bahagia. Suamiku memang memiliki fantasi seksual yang cukup aneh dan tidak bisa diterima olehku.

Namun fantasi itu bisa diterima bahkan dilakukan oleh Elena. Pada hari ketiga, aku mulai menghubungi semua saudara dan relasi kami untuk datang ke rumah. Aku beralasan kalau aku memiliki kejutan untuk suami dan ingin mereka semua hadir.

Mereka semua setuju dan keesokan harinya kami datang ke rumahku. Aku membuka pintu dengan kunci yang kupunya kemudian kami berjalan mengendap-endap ke lantai dua menuju kamar kami, tempat suami dan Elena sedang beraktivitas.

BACA JUGA :
Dampak Corona, 120 Juta Orang Diperkirakan Masuk ke Jurang Kemiskinan

Karena merasa tidak ada siapa pun, mereka tidak pernah mengunci kamar itu. Dengan mudah aku membuka pintu kamar dan seketika semua tamu memasuki ruangan yang kubuka. Mereka semua melihat Elena dan suamiku sedang melakukan fantasinya.

Semua tamu undangan berteriak bahkan ibu mertuaku tak kalah histeris. Aku memutar video selama mereka berada di rumahku dari laptop yang sudah kubawa. “Si bodoh itu tidak punya firasat kalau kita sudah bersama,” kata suamiku pada Elena dari dalam video.

Rencanaku mengungkap skandal mereka berhasil bahkan dilengkapi pernyataan langsung dari suamiku. Jadi jelas semua saudara dan relasi kami tidak ada yang menudingku melakukan skenario tak jelas. Hari itu juga Elena dan suamiku di sidang oleh keluarga besar kami.

Aku menyodorkan berkas cerai yang harus ia tanda tangani. Ya, selama empat hari aku mengurus semua dokumen untuk menceraikannya. Termasuk menyodorkan bukti kalau suamiku berselingkuh karena aku tidak bisa memuaskan fantasi seksualnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *