Sat. Jan 9th, 2021

Itu Aja

Blog Informasi, Artikel Seru, Promo Menarik

4 Resiko yang Dialami Anak Broken Home

2 min read
4 Resiko yang Dialami Anak Broken Home

 

Pain makes people change, but it also makes them stronger” ~Unknown.⁣⁣

Siapa yang gak mau punya keluarga utuh dan harmonis? Setiap orang menginginkan itu. Tetapi, sayangnya kita tidak bisa memilih untuk terlahir di keluarga seperti apa. Termasuk jika kondisi mengharuskan kita berada dalam keluarga yang tidak “utuh” dan tidak harmonis atau broken home, seperti yang dialami Joon Young di drama World of The Married. ⁣⁣

Kamu mengalami hal yang sama? Tenanglah, kamu gak berjuang sendirian kok. Bagi orang yang punya masalah keluarga yang berat, mungkin membangun sebuah keluarga atau membina hubungan terasa menyeramkan. Tak jarang meninggalkan trauma sehingga sering terngiang-ngiang oleh pengalaman buruk yang pernah dialaminya. Padahal, membangun keluarga harmonis itu juga bisa kok diwujudkan. ⁣⁣

1304262367 the empty house  ii  by hyrith d3e3xj8 - 4 Resiko yang Dialami Anak Broken Home

Baca Juga :Depresi Membuat Pengidapnya Lelah Setiap Saat , Mengapa Bisa Begitu?

Masalah Emosi 

Lebih mudah merasa cemas dan stres karena ketegangan yang dirasakan sejak kecil. Ia juga cenderung kesulitan mengungkapkan perasaanya.

Masalah Komitmen

Takut memulai hubungan dengan orang lain karena takut gak bahagia, tersakiti, bahkan takut mengulang kesalahan yang sama seperti orang tuanya.

Meniru Hubungan Orang Tua
⁣Tumbuh melihat orant ua yagn tidak akur, dapat membuatnya terbiasa dengan hubungan yang tidak sehat. Jadi, akan lebih mungkin terlibat dalam hubungan gak sehat karena dirasa “normal” dan terbiasa dengan hal itu.

Masalah Mental 

Seorang anak broken home memiliki resiko masalah kesehatan mental yang lebih tinggi. Seperti masalah adiksi, trauma, gangguan mood, depresi, atau bahkan terlibat tindakan kriminal.

 

DISCLAIMER!
Dampak dari broken home ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dari faktor internal individunya. Bisa jadi, justru perpisahan orang tua meninggalkan dampak positif, jadi mengajarkan anak tentang pentingnya menghargai pasangan, dan berusahan membangun pernikahan yang sehat agar kesalahan yang lalu gak terulang lagi .

Masa lalu kita boleh gak menyenangkan, tapi kita masih bisa merencanakan masa depan yang lebih baik oleh tangan kita sendiri. Semangat terus ya ❤️⁣⁣
➖➖➖⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *